Rabu, 11 Mei 2011

Promosi Borobudur Membuahkan Hasil

Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (25/4/2011). Pengelola candi menutup lantai 8,9, dan 10 karena masih dalam tahap pembersihan dari abu vulkanik Gunung Merapi.


Upaya PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) mempromosikan kepariwisataan Candi Borobudur ke luar negeri, terutama sejumlah negara anggota ASEAN, menunjukkan hasil positif selama awal 2011. "Hasilnya cukup positif, sedangkan promosi masih terus kami lakukan," kata General Manajer PT TWCB Pujo Suwarno di Borobudur, Jumat (6/5/2011).
Pada kesempatan itu ia tidak merinci jumlah wisatawan mancanegara (wisman), terutama berasal dari negara anggota ASEAN, yang sejak Januari hingga April 2011 bertandang ke Candi Borobudur. Namun, katanya, jumlah wisman ASEAN ke Candi Borobudur meningkat sekitar 10 persen sejak Januari hingga April 2011 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2010. "Terjadi peningkatan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya.
Pujo mengatakan, jumlah wisman berasal dari Malaysia ke Borobudur yang dibangun sekitar abad kedelapan masa pemerintahan Dinasti Syailendra itu menunjukkan angka tertinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
Posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN periode 2011 berpengaruh cukup besar terhadap perkembangan sektor kepariwisataan Candi Borobudur.
Ia mengatakan, berbagai pemangku kepentingan kepariwisataan Candi Borobudur mendapat peluang cukup besar untuk mengembangkan promosi, terutama di negara anggota ASEAN, terkait dengan posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011.
Candi Borobudur yang juga salah satu warisan peradaban dunia itu, katanya, menjadi ikon penting kepariwisataan Indonesia. Pujo mengaku secara aktif mengikuti berbagai pameran kepariwisataan di sejumlah negara tetangga.
Ia menjelaskan, promosi juga melalui pertemuan TWCB dengan beberapa kepala sekolah berasal dari berbagai sekolah di luar negeri. "Kami mengumpulkan beberapa kepala sekolah dari berbagai sekolah-sekolah luar negeri, kemudian kami berikan semacam presentasi untuk promosi pariwisata dilengkapi dengan brosur-brosur Candi Borobudur," katanya.
Sejumlah promosi wisata Borobudur yang telah dilakukan TWCB, antara lain, pada Januari 2011 melalui Natas Fair di Singapura, pada Maret melalui Matta Fair di Malaysia, dan pada April melalui School Master Gathering di Singapura. 

Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar