Selasa, 12 April 2011

Sekolah Ambruk Masih Ditempati

Kegiatan belajar mengajar di SDN Kodik, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (12/4/2011), terpaksa ditiadakan. Sebab, semua siswa dan para gurunya melaksanakan gotong royong membersihkan tiga kelas yang ambruk.
Mereka sibuk mengeluarkan barang-barang, seperti bangku dan lemari, yang masih ada di dalam kelas.
Sekolah yang jaraknya 2 kilometer dari jantung Kota Pamekasan tersebut separuh atapnya sudah bolong. Gedungnya sebagian sudah ada yang roboh dan lantainya yang terbuat dari tegel sudah mengelupas.
Kepala Sekolah SDN Kodik Proppo, Edy Pratsojo, menuturkan, dua tahun yang lalu kondisi sekolahnya sudah sangat memprihatinkan. Namun, siswanya masih dipaksakan untuk tetap belajar. Sebab, sudah tidak ada ruangan lagi yang bisa dipakai.
Akibat angin puyuh yang terjadi di sebagian Desa Kodik beberapa waktu lalu, atap dan plafon tiga kelas tersebut ambruk. "Saat ini dua kelas sudah rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi," kata Eko Pratsojo.
Karena keterbatasan ruangan belajar, satu kelas yang kondisinya juga memprihatinkan, siswa kelas III terpaksa harus menempati kelas tersebut. Kelas itu lantainya sudah mengelupas, plafonnya sudah ada yang roboh, dan sebagian ada yang menggelantung.
"Kami sebetulnya khawatir dengan keselamatan siswa. Namun, kami sudah tidak punya pilihan lagi untuk menempati kelas yang lain," kata Eko Pratsojo.
Tidak hanya itu, ketika hujan deras, ruangan kelas banjir. Sebab, lokasi sekolah berada di dataran rendah. Sebanyak 66 Siswa yang ada di sekolah tersebut kini harus belajar dalam satru kelas yang dibagi dua. Kelas I kumpul dengan kelas II, kelas IV kumpul dengan kelas V. Sementara untuk kelas III tinggal di kelas yang rusak tersebut.
"Khusus kelas VI kami beri ruangan khusus. Sebab, mereka sebentar lagi akan menghadapi ujian semester dan ujian nasional," kata Armano Aidi, wali kelas VI.
Sekolah tersebut sudah pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat pada tahun 2009 lalu. Namun, itu hanya cukup untuk membangun tiga kelas saja. Sementara tiga kelas yang ambruk hingga kini masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Kami berharap pemerintah segera bertindak. Kondisi sekolah kami kondisinya sudah sangat memprihatinkan," tutur Eko.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Ahmad Hidayat saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar TK/SD Syalah Syamlan mengatakan, pihaknya sudah melihat kondisi sekolah tersebut. Namun, karena anggaran pembangunan sudah dialokasikan kepada sekolah yang lain, terpaksa harus menunggu giliran pada tahun 2012. 

Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar